YOHANNES SIMAMORA’s WEBLOG

May 30, 2008

Terima Kasih, Mancini !

Filed under: Internazionale Milano F.C., sepakbola — Yohannes Simamora @ 3:26 pm
Tags: , , , ,

Ada dua rumor menyangkut F.C. Internazionale yang beredar santer di kalangan penggila bola dalam tiga bulan terakhir. Pertama, Pelatih Roberto Mancini akan meninggalkan Appiano Gentile pada akhir musim 2007/2008. Kedua, mantan Manajer Chelsea Jose Mourinho akan dikontrak menggantikan posisi Mancini. Meski selama ini Inter selalu menepis kedua rumor tersebut, namun pada akhirnya satu di antaranya menjadi kenyataan pada tanggal 29 Mei 2008 waktu setempat : Inter resmi memecat Mancini !

Melalui situs resminya, Inter menyatakan alasan pemecatan Mancini adalah pernyataan yang bersangkutan seusai pertandingan Inter-Liverpool pada tanggal 11 Maret 2008. Timnya tersingkir secara tragis dari Liga Champions, Mancini ketika itu berkata, “I think that the next two and half months will be my last in charge of Inter” .Pernyataan yang beberapa hari kemudian diralat oleh Bos Besar Moratti.

Sulit memahami pemecatan Mancini jika menimbang perannya dalam kebangkitan Inter. Mulai bekerja menggantikan Zaccheroni pada musim 2004/2005, Mancini mengubah Inter menjadi kekuatan yang disegani di Serie A. Buah kerja keras Mancini sangat objektif : Juara Piala Italia 2005 dan 2006 dan runner-up 2007 dan 2008, dan scudetti Serie A musim 2005/2006 2006/2007, 2007/2008. Adalah juga Mancini, seorang mantan striker hebat, yang mengubah karakter permainan Inter menjadi lebih menyerang.

Namun, semuanya itu belum cukup bagi Moratti. Barangkali, Big Boss masih terobsesi dengan kepemimpinan Sang Ayahanda, mendiang Angelo Moratti. Pada zaman kepemimpinan Angelo Moratti-lah, julukan La Grande Inter muncul. Di bawah asuhan pelatih Helenio Herrera, Inter sukses meraih Scudetto 1962/1963, 1964/1965 and dan 1965/1966, dan Liga Champions dua kali berturut 1963/1964 dan 1964/1965. Dalam perolehan Scudetto, Mancini telah menyamai prestasi Herrera, bahkan ia mencapainya dalam tiga musim berturut-turut. Sayangnya, di level Liga Champions, Mancini boleh dikatakan kurang berhasil, kalau tidak bisa disebut gagal total. Pada saat menukangi Lazio pada musim 2003/2004, Mancini harus merelakan timnya dibantai Chelsea 0-4 di Stadion Olimpico, Roma.

Dalam konteks sukses di level Eropa pulalah, menjadi masuk akal bila Moratti melirik Jose Mourinho. Ini mengingat kesuksesan “The Special One” menghantarkan F.C. Porto menjuarai Piala UEFA 2002/2003 dan Liga Champions 2003/2004. Sementara Mancini, setelah berhasil menganulir anggapan sebagai pelatih “spesialis Coppa Italia”, ia pun mungkin masih harus bersabar menyandang status “jagoan lokal” untuk beberapa tahun ke depan.

Bagaimanapun, Mancini telah mengakhiri karier kepelatihannya di Inter dengan gemilang. Ia sukses mengakhiri penderitaan Inter selama belasan tahun yaitu menyandang predikat pecundang di Serie A. Dari itu, sangat layak bila Mancini suatu masa nanti dimasukkan ke dalam daftar legenda F.C Internazionale, seperti halnya Meazza, Fachetti, Bergomi maupun Pelatih Herrera. Grazie, Signor Mancini !

1 Comment »

  1. Salam kenal, Mas. Senang bisa baca ulasan2nya tentang Inter yang menurut saya bagus-bagus. Saya juga salah seorang Interisti sejak 10 tahun lalu.

    Terus terang saya masih belum bisa menerima pemecatan Mancini. Menurut saya ia berhak dipertahankan setelah mengukir prestasi sebagai “juara sejati”. Tapi, well, semua kan sudah tahu kebiasaan Moratti. Pernyataan Mancini seusai kalah dari Liverpool itu mungkin merupakan gelagat, setelah ia mendengar rumor kalau bahkan sejak Januari Moratti sudah mulai rajin mendekati Mourinho.

    Dan kalau saya ditanya, apakah ia layak masuk daftar legenda Inter, maka saya akan jawab, ia SUDAH jadi legenda Inter.

    Grazie Mancio!

    Comment by Amed — June 1, 2008 @ 2:03 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.