Performa Inter tergolong pas-pasan sementara Juve sedang dalam top form? Terserah pada media menulis atau beropini apa pun yang mereka kehendaki. Faktanya pada Derbi d’talia kontra Juventus, tadi malam (23/11 dinihari WIB) Inter tampil sebagai pemenang: 1-0.
Skuad Inter musim ini bergantung pada Ibrahimovic? Sekali lagi terserah media mau berkomentar apa pun. Inilah faktanya. Stankovic tampil luar biasa mengitari seluruh sisi lapangan, Cambiasso kembali memesona dengan tackling-tackling bersihnya. Di jantung pertahanan, duet Samuel-Materazzi membuat cerita tentang kehebatan Alex Del Piero dan Amauri saat timnya memecundangi Real Madrid dua kali musim ini tampak seperti dongeng HC Andersen. Julio Cesar- sepanjang pertandingan banyak menganggur- membuktikan konsentrasinya ketika mengeblok tendangan Marchisio. Sementara itu, Ibrahimovic tetap memberi kontribusi jeniusnya terhadap tim. Ia hanya kurang beruntung sebagai striker karena menyia-nyiakan dua kali peluang matang. Pendek kata, Inter tampil luar biasa, dan mestinya bisa menang lebih dari satu gol.
Ada seorang pemain yang penampilannya dini hari tadi -sebenarnya-tidak sebaik rekan-rekannya. Ia terkadang tampak kebingungan ketika terkena pressing lawan. Di samping itu, tackling-tacklingnya tidak sebersih Cambiasso, dengan demikian rawan terkena kartu. Namun, Tuhan ternyata memberikan Inter kemenangan melalui pria ini. Ya, dia adalah Sulleyman “Sulley” Ali Muntari. Menyongsong bola umpan silang (tendangan langsung?) Ibrahimovic, Muntari menendang pelan dengan kaki ke sudut kiri gawang Alex Manninger. Gol!
Kemenangan dini hari tadi memang melegakan. Meskipun menurut Mourinho partai Inter-Juve hanya “bernilai tiga poin“, para Interisti seperti saya paling tidak bisa terus tersenyum menanggapi ulah sementara orang, termasuk sementara media, yang masih terus berusaha melakukan penyesatan mengenai “Siapa Sesungguhnya Korban” dan “Siapa Sesungguhnya Kriminal/Penjahat” dalam skandal pengaturan skor Calciopoli.
Akhirnya, mari kita kembalikan sorotan pada Muntari, Menjadi sumber kegembiraan bagi seisi Giuseppe Meazza dan Interisti di seluruh dunia, pria Ghana ini mengomentarinya dengan rendah hati, “I didn’t score a nice goal but it was certainly a very important one.“
Forza Inter!

